JAKARTA – Laba PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) merosot 19,12% menjadi Rp2,92 triliun dari tahun 2021 yang sebesar Rp3,62 triliun. Sementara itu, penjualan CPIN sepanjang tahun lalu tercatat naik 9,99% menjadi Rp56,86 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp51,69 triliun.
Adapun, penjualan ayam pedaging mendominasi dengan menyumbang sebesar Rp31,96 triliun, naik dari sebelumnya Rp26,90 triliun. Lalu, penjualan pakan tercatat sebesar Rp13,62 triliun.
Selanjutnya, penjualan ayam olahan naik menjadi Rp8,36 triliun, penjualan anak ayam usia sehari tercatat sebesar Rp1,47 triliun, dan penjualan lainnya tercatat sebesar Rp1,43 triliun.
Berdasarkan geografisnya, penjualan di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp33,23 triliun, Pulau Sumatera sebesar Rp14,32 triliun, Pulau Sulawesi dan Kalimantan sebesar Rp6,73 triliun, Pulau Bali sebesar Rp3,35 triliun, dan pulau lainnya tercatat sebesar Rp1,14 triliun.
Sementara itu, penjualan luar negeri tercatat sebesar Rp43,73 miliar. Dari keseluruhan angka penjualan, perseroan mencatatkan eliminasi sebesar Rp1,97 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp48,72 triliun, naik 11,85% dari sebelumnya sebesar Rp43,55 triliun. Kemudian, beban penjualan perseroan tercatat sebesar Rp2,12 triliun, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp1,82 triliun.