Pelindo mengungkapkan kontribusi tersebut diberikan melalui setoran dividen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), konsesi, Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Capaian pada 2022 juga didukung dengan adanya program-program transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan sejak merger Oktober 2021.
Pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan didukung dengan kinerja operasional, di mana perseroan juga membukukan tren positif pada kinerja operasional
Pelindo mencatat arus peti kemas mencapai 17,2 juta TEUs atau meningkat sebesar 1% dibandingkan periode yang sama pada 2021. Demikian juga arus barang yang terealisasi sebesar 160 juta ton, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Taufik Fajar)