JAKARTA - Banyak pemimpin bisnis terkemuka yang sangat khawatir bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia.
Mengutip CNN Business, Kamis (15/6/2023), 42% CEO yang disurvei di Yale CEO Summit minggu ini mengatakan bahwa AI memiliki potensi untuk menghancurkan umat manusia dalam waktu lima hingga sepuluh tahun dari sekarang.
BACA JUGA:
"Ini cukup gelap dan mengkhawatirkan," kata profesor Yale Jeffrey Sonnenfeld dikutip CNN.
Survei yang dilakukan pada acara virtual yang diadakan oleh Sonnenfeld's Chief Executive Leadership Institute, menemukan sedikit konsensus tentang risiko dan peluang yang terkait dengan AI.
Sonnenfeld mengatakan bahwa survei ini mencakup tanggapan dari 119 CEO dari berbagai bidang bisnis, termasuk CEO Walmart Doug McMillion, CEO Coca-Cola James Quincy, para pemimpin perusahaan IT seperti Xerox dan Zoom, hingga para CEO dari perusahaan farmasi, media, dan manufaktur.
BACA JUGA:
Para pemimpin bisnis tersebut menunjukkan perbedaan yang tajam tentang betapa berbahayanya AI bagi peradaban.
Sementara 34% CEO mengatakan bahwa AI berpotensi menghancurkan umat manusia dalam sepuluh tahun dan 8% mengatakan hal itu dapat terjadi dalam lima tahun, 58% mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi dan mereka tidak khawatir.