2. Penerima juga berkurang
Pengurangan dana anggaran BLT itu disebut Gus Halim akan berdampak pada jumlah penerima manfaat yang jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Tepatnya untuk para masyarakat desa yang masih menyimpan dampak dari adanya pandemi seperti belum dapatnya pekerjaan baru.
Adapun BLT tersebut pada tahun 2023 ini akan menyasar kepada 2.752.035 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 71.984 desa seluruh Indonesia.
3. Menjaga daya beli masyarakat
Gus Halim mengatakan pemberian BLT ini merupakan bantalan basi masyarakat desa untuk menjaga daya beli masyarakat pasca pengumuman status endemi Covid-19 yang tidak dapat dipungkiri masih ada masyarakat yang masih menyimpan dampak ekonomi tersebut.
"Sejak awal BLT dana desa hadir untuk merespon pandemi covid karena banyak orang yang kehilangan mata pencahariannya, maka syarat penerima BLT adalah warga desa yang karena Covid kemudian kehilangan mata pencahariannya," kata Gus Halim.
4. Dialokasikan untuk pemulihan ekonomi
Sementara itu, pasca pengumuman endemi Covid-19 di Indonesia beberapa dana anggaran untuk BLT desa dialokasikan untuk ke hal-hal lain yang tujuannya untuk proses pemulihan ekonomi, seperti penambahan dana untuk pembangunan infrastruktur, program desa tanpa kemiskinan, serta pendidikan desa berkualitas.
(Taufik Fajar)