China melarang impor sejumlah makanan dari Jepang. Namun larangan total yang dikeluarkan pada Kamis itu dipicu oleh kekhawatiran tentang risiko kontaminasi radioaktif setelah negara tersebut mulai melepaskan air yang telah diolah.
BACA JUGA:
China adalah tujuan lebih dari setengah ekspor produk perikanan Rusia Januari dan Agustus, kata pernyataan itu tanpa memberikan angka. Ekspor didominasi oleh ikan pollock, ikan haring, ikan sebelah, ikan sarden, ikan kod, dan kepiting.
Rusia mengekspor 2,3 juta metrik ton hasil laut tahun lalu senilai sekitar USD6,1 miliar atau setara Rp93 miliar, sekitar setengah dari keseluruhan hasil tangkapan mereka. China, Korea Selatan, dan Jepang menjadi importir terbesar, menurut Badan Perikanan Rusia.
Jepang mengatakan kritik dari Rusia dan China tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah dan tingkat polusi di air akan berada di bawah batas yang dianggap aman untuk diminum berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Namun, Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya telah memperketat pemeriksaan impor makanan laut Jepang meskipun volumenya tidak signifikan.
Regulator juga mengatakan arah arus di Timur Jauh Rusia, tempat sekitar 70% makanan laut Rusia ditangkap, akan mencegah kontaminasi produk laut yang ditangkap oleh kapal-kapal Rusia.
Mereka juga memperketat kontrol radiologi terhadap makanan laut yang ditangkap di perairan Rusia yang relatif dekat dengan Fukushima dan akan menguji sampel tertentu untuk mengetahui tingkat radiasi, Interfax melaporkan pada Kamis, mengutip kantor Rosselkhoznadzor di Pasifik.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.