2. Ojekkoe.
OjekKoe merupakan ojek online yang menerapkan sistem bagi hasil dengan mitra driver. Sebenarnya OjekKoe tidak memotong pendapatan dari driver sepeser pun dan juga tidak ada sistem subsidi. Hal ini karena OjekKoe telah menerapkan sebuah sistem yang bernama "fee system", dimana driver hanya dipungut biaya sebesar Rp.2500 per hari saja. Ojekkoe sempat mengalami permasalahan pada modal saat proses pengembangan, akan tetapi semua starategis khusus yang telah di rancang bertolak belakang, bahkan mereka tidak memiliki strategis khusus untuk menghadapi persaingan dengan aplikasi ojek online lainnya.
3. Topjek.
Topjek merupakan aplikasi ojek online yang mampu menawarkan tarif lebih murah dibandingkan dengan akun-akun lainnya, bahkan tarif murah ini di luar dari promo. Aplikasi ini pun membatasi pengemudi hingga 10.000 driver yang diseleksi secara ketat. Tapi sayang di sayangkan akun ojek online ini mengalami kebangkrutan yang disebabkan karena mengalami kerugian, dan sempat kehabisan dana, serta kalah bersaing juga dengan lainnya.