JAKARTA – Punya keterbatasan fisiknya, tidak menghalangi Hani Hadiyanti sukses dalam menjalani usahanya. Hani terlahir sebagai disabilitas tunadaksa dengan keterbatasan kemampuan fisik untuk melaksanakan fungsi secara normal.
Namun, Hani tidak patah semangat untuk bisa bermanfaat bagi orang lain khususnya untuk keluarga. Meskipun sering mendapat cibiran dari orang lain, Hani percaya selama tidak melakukan hal buruk, omongan orang lain tidak akan berpengaruh terhadap hidupnya.
Hal itu yang mendorongnya bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar, agar bisa membantu ekonomi keluarga.
“Saya sempat ragu siapa yang percaya kasih modal ke orang seperti saya ini (tunadaksa), apalagi suami saya kerja serabutan ngga ada yang bisa dijadikan jaminan. Tapi ada tetangga yang kasih tau tentang PNM dan saya dikasih modal cuma-cuma,” cerita perempuan penjual Cicimpring ini di depan Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (19/9/2023).
Lanjutnya, setelah mendapatkan modal dari PNM, dirinya menambah produk jualan berupa pakaian. Hani pun merasakan sendiri dampak dari meningkatnya pendapatan setelah variasi usahanya bertambah.
Empat tahun bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar, kini Hani berhasil membangun rumah dari hasil tabungan selama menjalani usaha.
“Setiap dapat untung dari jualan saya tabung sedikit-sedikit. Sekarang Alhamdulillah udah bisa bangun rumah walaupun kecil sederahan,” ungkapnya.
Perempuan berusia 39 tahun ini semakin gigih untuk meningkatkan usahanya karena ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya yang juga mengalami tunadaksa. Baginya, anak semata wayangnya harus memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan dengan mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih dari dirinya.
Sebagai lulusan SD, Hani terus mendorong anaknya yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar untuk tetap semangat berjuang di tengah kondisi yang sering dianggap sebelah mata.