JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan penerbitan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP).
SMF kali ini menerbitkan seri EBA-SP SMF-BTN08 senilai Rp600 miliar dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
BACA JUGA:
“Penerbitan EBA ini sebagai bentuk komitmen perseroan dalam mendukung penerapan pendanaan kreatif atau creative financing,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dalam keterangan resminya, Rabu (4/10/2023).
Ananta menjelaskan, penerbitan EBA-SP SMF-BTN08 merupakan efek hasil transaksi sekuritisasi aset KPR senilai Rp600 miliar milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN.
BACA JUGA:
Dalam hal ini, SMF melakukan penerbitan EBA-SP SMF-BTN08 yang merupakan hasil transaksi sekuritisasi tersebut dan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 26 September 2023 lalu.
Ananta menerangkan bahwa, EBA-SP SMF-BTN08 ditawarkan melalui penawaran umum dengan tenor empat tahun Weighted Average Life (WAL atau rata-rata tertimbang jatuh tempo) dengan nominal Rp544,8 miliar atau 90,8% dari jumlah total tagihan dan tingkat bunga tetap sebesar 6,60% per tahun.
Dalam transaksi tersebut selain berperan sebagai penerbit, SMF juga berperan sebagai arranger, dan pendukung kredit. Adapun, BTN dalam transaksi ini berperan sebagai kreditur asal dan penyedia jasa atau servicer.
BACA JUGA:
Selain itu sebagai wali amanat dan bank kustodian adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI.
“Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan pembelian kumpulan tagihan KPR BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi dengan jumlah Rp600 miliar, dalam rangka menunjang pengembangan pembiayaan sekunder perumahan,” ujar Ananta.
Ananta menegaskan, penerbitan EBA-SP SMF-BTN08 merupakan komitmen perseroan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan untuk menggairahkan kembali sektor perumahan nasional, melalui upaya-upaya pendanaan kreatif, di mana pengembangan sektor ini memerlukan dana jangka menengah panjang cukup besar.
Penerbitan EBA-SP, lanjut Ananta, dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan backlog pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat Indonesia yang memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar.
Penerbitan EBA-SP merupakan peran aktif SMF dalam mengakselerasi pertumbuhan ekosistem pembiayaan perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau untuk masyarakat.
Lebih lanjut, sejak tahun 2009 SMF telah memfasilitasi penerbitan structured product berupa Efek Beragun Aset (EBA).
Hingga saat ini, SMF telah melakukan penerbitan EBA dengan aset dasar tagihan KPR sebanyak 17 kali transaksi dengan total dana yang terkumpul dari pasar modal sebesar Rp14,21 triliun untuk disalurkan kepada masyarakat agar dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
“EBA yang diterbitkan oleh SMF telah teruji dan sanggup bertahan di tengah pandemi dengan rating idAAA. Kondisi tersebut mencerminkan solidnya struktur EBA-SP yang diterbitkan SMF,” pungkas Ananta.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.