JAKARTA - Emiten milik miliarder Dato Sri Tahir PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) bakal menggelar penambahan modal dengan skema rights issue. Adapun jumlah saham baru Seri B yang diterbitkan maksimal mencapai 27 miliar lembar saham.
Aksi korporasi yang memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ini bernilai nominal Rp100, atau total sebanyak-banyaknya Rp2,7 triliun. Rasionya adalah setiap pemegang 100 saham MAYA memiliki HMETD 226 unit.
Memakai harga pelaksanaan Rp150 per saham, maka jumlah dana yang berpotensi diperoleh entitas milik konglomerat Dato Sri Tahir ini mencapai Rp4,01 triliun, demikian tercantum dalam prospektus, Selasa (10/10/2023).
Selaku pemegang saham utama, PT Mayapada Karunia menyatakan bakal melaksanakan sebagian HMETD yang dimilikinya sejumlah 4.782.326.667 rights. Saat ini posisinya PT Mayapada Karunia telah menyetor uang muka setoran modal kepada perseroan sebesar Rp717,35 miliar.
Lebih jauh, PT Mayapada Kasih juga menyatakan akan melaksanakan HMETDnya sebanyak 1.274.329.717 rights. Uang muka telah diberikan sebanyak Rp992,53 miliar.
Perseroan mengingatkan bahwa apabila saham baru yang ditawarkan dalam HMETD ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang memesan lebih banyak.
Dalam hal ini, PT Mayapada Kasih dan PT Gatsu Griya Megatama bakal menjadi Pembeli Siaga yang akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD. Sesuai akta kesanggupan, PT Mayapada Kasih akan membeli sisa saham maksimal sebanyak 5.342.490.283, sedangkan PT Gatsu Griya Megatama maksimal 2.480.200.000.
Sebagai catatan aksi korporasi ini telah mendapat restu pemegang saham pada 2 Oktober lalu. Sesuai indikasi jadwal, tanggal terakhir pencatatan investor yang memiliki HMETD adalah paling lambat pada 7 Desember 2023 pukul 16.00 WIB.
Tanggal akhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum-Rights) di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 5 Desember 2023, sedangkan di pasar tunai dijadwalkan pada 7 Desember 2023.
Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (Ex-Rights) di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Desember 2023, sementara di pasar tunai pada 8 Desember 2023.
Distribusi HMETD akan dilakukan pada 8 Desember 2023, sedangkan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 11 Desember 2023.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.