"Proses global stocktake dalam Perjanjian Paris dirancang untuk mengevaluasi tanggapan global terhadap krisis iklim setiap lima tahun, dengan stocktake pertama dijadwalkan untuk selesai pada konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun ini (COP28) pada bulan Desember. Proses ini mengevaluasi kemajuan dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, membangun ketahanan terhadap dampak iklim dan mendapatkan pendanaan serta dukungan untuk mengatasi krisis iklim," katanya dalam paparan di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
BACA JUGA:
Para ahli WRI telah dengan cermat memantau proses global stocktake menjelang COP28.
"Dalam catatan ahli ini, kami merinci area kunci yang perlu diperhatikan dalam menanggapi temuan stocktake pada COP untuk mendorong perubahan transformatif yang diperlukan oleh dunia," jelasnya.
Di sisi lain, laporan ini juga menunjukkan langkah yang dapat diambil oleh pemerintah dunia untuk melawan krisis iklim.
"Laporan ini menunjukkan area kunci yang memerlukan tindakan segera serta memberikan peta jalan untuk transformasi sistem yang diperlukan untuk secara dramatis mengurangi emisi, membangun ketahanan dan melindungi masa depan kita," lanjutnya.
Adapun pada akhir COP28, negara-negara harus menyepakati bagaimana mereka akan memanfaatkan temuan stocktake agar tujuan global untuk membatasi kenaikan suhu di tingkat 1,5 derajat C dapat tercapai dan dampak perubahan iklim dapat diatasi.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.