JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dalam perdagangan sepekan pada periode 20 sampai dengan 24 November 2023. Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak 0,46% di level 7.009 dari level akhir minggu sebelumnya di 6.977. Periode ini mencatat indeks mampu kembali ke level psikologis 7.000
Sebanyak 3 obligasi dan 1 sukuk juga tercatat antara lain Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023, Obligasi USD Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023.
Rincianya, Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023 memiliki nilai Rp1,18 triliun, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023 sebesar Rp395,29 miliar. Kemudian Obligasi USD Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 sebesar USD3,93 juta.
Ketiga emisi tersebut diterbitkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan wali amanat PT Bank KB Bukopin Tbk.
PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 yang diterbitkan Rp157,82 miliar.
Adapun bursa juga kedatangan Reksa Dana Indeks KISI IDX30 ETF dengan kode XKID yang diterbitkan oleh PT KISI Asset Management (KISI AM). XKID merupakan ETF dengan acuan Indeks IDX30 yang merupakan indeks harga atas 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.
Rata-rata nilai transaksi harian Bursa ikut meningkat sebesar 10,89 persen menjadi Rp9,57 triliun dari Rp8,63 triliun pada pekan sebelumnya.
Frekuensi transaksi juga melesat sebesar 4,35 persen menjadi 1.123.495 kali transaksi dari 1.076.690 kali transaksi pada pekan lalu.
Penurunan juga dialami volume transaksi harian Bursa sebesar 16,34 persen menjadi 19,11 miliar lembar saham dari 22,84 miliar lembar saham pada sepekan lalu.
Kapitalisasi pasar Bursa tumbuh 0,17% menjadi Rp11.051 triliun, dari Rp11.040 triliun pada seminggu sebelumnya.
Selama sepekan investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp304,77. Ini masih belum mampu menyeimbangkan aksi jual selama sebulan terakhir yang mencapai Rp3,5 triliun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.