SEMARANG - PT PLN Indonesia Power (IP) Semarang Power Generation Unit (PGU) menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah banjir rob di pesisir Semarang. Kolam penampungan air tak hanya melindungi wilayahnya dari gelombang laut pasang tetapi juga berfungsi sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT).
Kolam seluas 9.957 m2 tersebut kini menjadi pembangkit listrik cerdas yang memanfaatkan tenaga matahari. Meski pemanfaatan kolam yang dipasang panel surya baru 3.697 m2 atau sekira 30,6%, namun telah memproduksi energi listrik rata-rata 885.660 kWh per tahun.
BACA JUGA:
“Selain kita menggunakan energi bersih yaitu gas, di kompleks Semarang PGU Tambak Lorok kita juga menerapkan saat ini 920.70 kWp dari EBT, yakni PLTS Rooftop dan juga PLTS Apung,” kata Senior Manager PT PLN Indonesia Power Semarang PGU, Flavianus Erwin Putranto, kepada awak media, Rabu (6/12/2023).
“PLTS Apung ini kita pakai untuk pemakaian sendiri (PS), konsumsi listrik pembangkit dan juga untuk Hydrogen Plant menjadi Green Hyidrogen yang kita produksi di sini. Hidrogen ini dimanfaatkan untuk pendinginan generator dan juga untuk kebutuhan lainnya,” lanjut dia.
BACA JUGA:
Pesisir Semarang dikenal rentan terhadap banjir rob, yang dapat menyebabkan kerugian signifikan di wilayah sekitarnya, termasuk dalam kompleks PT PLN Indonesia Power Semarang PGU. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan tersebut mengambil langkah strategis dengan membangun polder atau kolam penampungan air guna menanggulangi risiko banjir.