2. Kenaikan harga bahan mentah dan energi
Green Inflation yang ditanyakan oleh Gibran ke Mahfud MD yaitu mengacu pada kenaikan harga bahan mentah dan energi sebagai akibat dari transisi hijau.
Green Inflation mencerminkan pengertian bahwa seiring dengan upaya negara-negara untuk memenuhi komitmen lingkungannya kenaikan harga dapat bersifat jangka panjang. Meningkatnya pengeluaran untuk teknologi bebas karbon menyebabkan kenaikan harga bahan-bahan yang strategis untuk infrastruktur tersebut.
3. Pembatasan investasi proyek dan pasokan bahan baku
Intensifikasi peraturan lingkungan hidup yang membatasi investasi pada proyek pertambangan yang berpolusi tinggi juga membatasi pasokan bahan baku, yang juga mengakibatkan kenaikan harga. Oleh karena itu, transisi hijau menjadi lebih mahal karena penerapannya lebih luas.
4. Inflasi hijau terjadi karena penggabungan beberapa faktor
Profesor Dr. Michael Hüther, Direktur Institut Ekonomi Jerman di Cologne (IW), dan Profesor Dr. Bert Rürup, Kepala Ekonom di Handelsblatt mengatakan dalam simposium video Inflasi Hijau berlangsung dengan bahwa inflasi hijau terjadi karena penggabungan beberapa faktor, misalnya guncangan eksogen yang disebabkan oleh situasi geopolitik dan juga masalah rantai pasokan dan semikonduktor akan mengakibatkan inflasi.
Hal ini akan diperkuat oleh harga energi dan di masa depan didorong oleh harga CO2.
5. Adanya upaya reduksi pada Inflasi Hijau
inflasi hijau disebutkan bisa terjadi karena adanya upaya mereduksi penggunaan bahan bakar fosil dengan penetapan harga yang lebih mahal. Sehingga energi yang berbahan bakar fosil yang lebih mahal akan mengerek inflasi.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.