Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kondisi Angkutan Penyeberangan di RI Tak Sehat, Banyak Perusahaan Gulung Tikar

Ghanny Rachmansyah S , Jurnalis-Minggu, 11 Agustus 2024 |14:36 WIB
Kondisi Angkutan Penyeberangan di RI Tak Sehat, Banyak Perusahaan Gulung Tikar
Kondisi angkutan penyeberangan Indonesia tidak sehat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kondisi angkutan penyeberangan di Indonesia semakin memprihatinkan. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan yang tidak bisa membayar gaji karyawan tepat waktu, bahkan terpaksa harus gulung tikar ataupun dijual.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo mengatakan kondisi iklim usaha yang kurang bagus menjadi penyebabnya.

Tarif yang berlaku saat ini masih tertinggal sebesar 31,8% dari perhitungan HPP yang telah dihitung bersama-sama antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Gapasdap, ASDP, perwakilan konsumen dan juga Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.

Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan nilai tukar kurs dolar yang hingga saat ini masih di atas Rp16.000 per USD.

"Padahal 70% komponen biaya angkutan penyeberangan sangat dipengaruhi kurs dolar, seperti biaya perawatan, spare part, biaya doking, alat-alat keselamatan dan sebagainya," ujarnya di Jakarta, Minggu (11/8/2024).

Menurut dia, pehitungan tarif yang saat ini masih tertinggal 31,8%, dihitung pada tahun 2019 di mana saat itu nilai kurs dolar atas rupiah masih Rp13.391 per USD.

"Belum lagi bicara kenaikan biaya UMR setiap tahun, inflasi yg terjadi dari tahun 2019 sampai dengan sekarang," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement