"Mungkin bukan hanya B50, kita lagi mempersiapkan B40 untuk mandatori ya. Mandatori nanti saya keluarkan Insya Allah ini sudah settle di 1 Januari 2025," terang Eniya.
Dia menambahkan sebelum implementasi bioenergi, diperlukan banyak hal seperti pelabuhan, pengiriman serta logistik. Oleh karena itu, dirinya meminta industri harus mempersiapkan hal ini.
Kemudian investasi juga tentunya diperlukan dalam rangka mewujudkan penerapan B50 ini, sehingga pihaknya akan memberikan waktu persiapan sampai dengan Desember 2024.
"Tapi kajian ini tadi saya menyampaikan bahwa kita sudah melakukan kajian B50. Dimana kemarin kan Pak Menteri Pertanian (Mentan) (Amran Sulaiman) juga sudah soft launching untuk B50 waktu di Batu Tulis, kemarin diwakilin oleh Pak Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM (Dadan Kusdiana). Dan tadi diarahkan untuk bukan hanya B50 saja, bisa juga ke B60, nah ini perlu kajian teknis yang paling penting," tutup Eniya.
(Taufik Fajar)