Menurut Nyoman, langkah BUKA merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi, dan fokus pada segmen yang memberikan profitabilitas lebih tinggi.
Dari seluruh segmen, BUKA memilih produk non-fisik sehingga harus menghentikan operasional produk fisik.
“Mereka (Manajemen BUKA) melihat yang mana yang memberikan profitability yang lebih tinggi, atau revenue yang lebih tinggi. Dari e-commerce itu kelihatan bahwa yang non-fisik itu lebih tinggi,” ujarnya.
Nyoman menegaskan keberlanjutan bisnis Bukalapak masih berjalan, karena tidak menutup seluruh bisnis e-commerce-nya. Perusahaan hanya akan menghentikan penjualan produk fisik, sedangkan platform e-commerce secara keseluruhan tetap beroperasi.
“Mereka tetap menjalankan bisnis e-commerce, tetapi ada komponen di dalamnya yang dipilih untuk difokuskan,” jelas Nyoman.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.