Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan pelaku pasar dan pengamat kebijakan publik, terdapat dua isu utama yang melatarbelakangi kebijakan ini.
Selama beberapa tahun terakhir, terdapat dorongan untuk menyederhanakan jumlah layer cukai guna menutup celah bagi produsen rokok besar yang memanfaatkan tarif di layer bawah (rokok murah) untuk menghindari pajak yang lebih tinggi.
Dengan target pertumbuhan ekonomi yang agresif, pemerintah berupaya mencari sumber penerimaan stabil, di mana CHT merupakan salah satu kontributor terbesar bagi kas negara.
Perubahan layer ini juga kerap memicu perdebatan antara upaya pengendalian kesehatan dan perlindungan terhadap keberlangsungan industri rokok kelas menengah ke bawah serta nasib para petani tembakau.
Keputusan akhir yang akan dibawa ke DPR nantinya diharapkan dapat menyeimbangkan kepentingan fiskal, kesehatan, dan tenaga kerja di sektor IHT.
(Taufik Fajar)