Ke depan, Bahlil mengatakan kilang tersebut mulai akan memproduksi bensin untuk RON92, 95, dan 98. Meski produksinya belum cukup untuk menutup permintaan pasar, setidaknya akan berkontribusi untuk mengurangi impor BBM untuk produk bensin.
Selain itu, program pencampuran etanol dalam bensin alias E10 juga akan menjadi jalan Kementerian ESDM untuk mengurangi impor bensin. Bahlil menyebut, jika mandatori E10 dijalankan, maka setidaknya impor bensin bisa dikurangi sekitar 3,9 juta kilo liter setiap tahunnya.
"Jujur saya katakan, ini by design dibuat untuk kita bergantung kepada impor, kalau ditanya menteri siapa yang anti impor, itu saya," tegas Bahlil.
"Maka apa yang saya lakukan, untuk RON 92, 95, dan 98, kita segera mengurangi, dan 2027 tidak boleh kita impor lagi, saya sudah minta Pertamina saya pimpin rapat sampai jam 2 malam," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)