Berdasarkan pemantauan APPBI, wilayah yang paling terdampak adalah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, disusul beberapa titik di Jakarta Selatan, terutama yang akses jalannya terendam banjir. Mengingat di wilayah tersebut juga tercatat paling banyak pusat perbelanjaan.
"Kalau aksesnya banjir dan tidak bisa dilalui, sulit untuk mengimbau masyarakat datang ke pusat perbelanjaan. Akses menjadi faktor utama," katanya.
Untuk menyiasati penurunan kunjungan akibat cuaca, pengelola pusat perbelanjaan berharap momentum Imlek dan Ramadhan dapat membantu mengejar ketertinggalan penjualan. Pada periode itu, pelaku usaha menilai masyarakat cenderung untuk meningkatkan belanja dan kunjungan ke pusat perbelanjaan.
"Kalau akses terganggu karena cuaca, memang sulit disiasati. Mudah-mudahan nanti saat Imlek dan Ramadhan, tingkat kunjungan dan penjualan bisa meningkat untuk menutup penurunan saat ini," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)