Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti Wait and See Akan Ketinggalan Kereta

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |10:56 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti <i>Wait and See</i> Akan Ketinggalan Kereta
Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti {Wait and See} Akan Ketinggalan Kereta (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen sampai 5,7 persen pada 2026. Dirinya meminta agar pelaku usaha atau investor tidak lagi wait and see, karena akan bisa ketinggalan kereta.

Hal ini disampaikan Purbaya saat merilis Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. Dalam peluncuran tersebut, Perry memaparkan hasil evaluasi mendalam terhadap capaian ekonomi tahun lalu sekaligus memberikan proyeksi strategis untuk masa depan yang dirangkum dalam tiga pesan utama berinisial ‘OKS’ (Optimistis, Komitmen, dan Sinergi).

Pesan pertama, Optimistis (O), merujuk pada keyakinan BI bahwa tren positif pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan terus berlanjut. Perry memprediksi grafik pertumbuhan akan semakin mendaki pada dua tahun mendatang.

"Tahun 2026 ini kami perkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,9 sampai 5,7 persen. Dengan titik tengah ada 5,3 persen dan akan meningkat lagi menjadi 5,1 sampai 5,9 persen pada tahun 2027. Dengan tentu saja titik tengah yang lebih tinggi 5,5 persen," kata Perry dalam peluncuran LPI, Rabu (28/1/2026).

Melihat proyeksi tersebut, Perry meminta para pelaku usaha untuk membuang sikap ragu-ragu dan segera melakukan ekspansi demi menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Berhentilah wait and see. Kalau wait and see akan ketinggalan kereta, jadi optimistis lah bahwa ekonomi lebih baik," tegasnya.

 

Pesan kedua, Komitmen (K), menekankan peran Bank Indonesia sebagai jangkar stabilitas melalui bauran kebijakan yang komprehensif. Perry memastikan bahwa BI tidak hanya fokus pada pengendalian moneter, tetapi juga inklusivitas ekonomi.

"BI komitmen will do our best merumuskan bauran kebijakan jaga stabilitas dan dorong ekonomi berkelanjutan melalui bauran di moneter, makroprudensial, ekonomi kerakyatan, dan berbagai hal di moneter," ujar Perry.

Pesan terakhir, Sinergi (S), menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Perry menekankan bahwa koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal kini menjadi lebih erat daripada sebelumnya untuk memastikan kebijakan pemerintah selaras dengan stabilitas pasar.

"Kami terus membangun dan semakin erat antara moneter dan fiskal. Sinergi kebijakan BI dan fiskal yang erat," tambahnya.

Melalui peluncuran LPI 2025 ini, Bank Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi hingga pelaku usaha, untuk bahu-membahu menjaga momentum pertumbuhan nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement