Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Free Float Saham Naik Jadi 15%, Ini Dampaknya bagi Emiten dan Investor

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 07 Februari 2026 |13:01 WIB
Free Float Saham Naik Jadi 15%, Ini Dampaknya bagi Emiten dan Investor
Free Float Saham Naik Jadi 15%, Ini Dampaknya bagi Emiten dan Investor (Foto: Okezone)
A
A
A

Alasan Free Float Saham Naik Jadi 15%

- Mendorong Likuiditas Pasar
Salah satu tujuan utama kebijakan ini adalah meningkatkan volume perdagangan. Semakin besar saham yang beredar di publik, semakin aktif transaksi yang terjadi, sehingga pasar menjadi lebih hidup dan efisien.

- Mengurangi Konsentrasi Kepemilikan
Struktur kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi sering kali membuat pergerakan harga saham tidak mencerminkan kondisi pasar sebenarnya. Dengan free float yang lebih besar, distribusi saham menjadi lebih merata dan risiko manipulasi harga dapat ditekan.

- Meningkatkan Kualitas Pembentukan Harga
Harga saham idealnya terbentuk dari interaksi permintaan dan penawaran yang wajar. Free float yang lebih luas membantu menciptakan price discovery yang lebih akurat dan kredibel.

Dampak Kebijakan Free Float 15%

Dampak bagi Investor

- Akses Saham Lebih Luas: Dengan meningkatnya porsi saham publik, investor memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke saham-saham yang sebelumnya tergolong “ketat” peredarannya.
- Likuiditas yang Lebih Baik: Saham dengan free float besar cenderung lebih mudah diperjualbelikan, sehingga risiko liquidity trap dapat dikurangi.
- Daya Tarik bagi Investor Global: Standar free float yang lebih tinggi membuat pasar modal Indonesia lebih sejalan dengan kriteria indeks global dan preferensi investor institusi internasional.

Dampak bagi Emiten

Emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi perlu menyusun strategi, seperti divestasi bertahap atau aksi korporasi, untuk memenuhi ketentuan baru.

Free float yang lebih besar berpotensi meningkatkan valuasi saham dalam jangka panjang karena likuiditas yang lebih baik sering kali dikaitkan dengan valuation premium di mata investor institusi.

BEI dan OJK ingin menciptakan ekosistem yang lebih dalam, stabil, dan kompetitif di tingkat global. Pendekatan bertahap menunjukkan bahwa regulator memahami kompleksitas struktur kepemilikan di Indonesia, sekaligus berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan emiten dan investor.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement