Purbaya menyebut pertukaran posisi tersebut murni merupakan kebetulan berdasarkan kebutuhan organisasi.
"Bukan tukar guling, kebetulan saja," kata Purbaya.
Isu tukar guling ini mencuat sebelum Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menggantikan Thomas Djiwandono. Selanjutnya, Thomas Djiwandono ditunjuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia, jabatan yang sebelumnya ditinggalkan oleh Juda Agung.
Purbaya menjelaskan bahwa penunjukan Juda Agung sebagai Wamenkeu didasarkan pada kompetensi dan rekam jejaknya. Menurutnya, dibandingkan mencari sosok baru yang memerlukan proses panjang, kemampuan Juda dinilai sangat tepat untuk mengisi posisi tersebut.
"Kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas dan ditempatkan di posisi itu daripada saya harus pusing mencari. Saya tidak tahu soal isu tersebut. Tidak ada urusannya," ujarnya.
(Feby Novalius)