Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Kata BEI soal Prabowo Marah Besar saat IHSG Anjlok

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 11 Februari 2026 |19:27 WIB
Ini Kata BEI soal Prabowo Marah Besar saat IHSG Anjlok
Ini Kata BEI soal Prabowo Marah Besar saat IHSG Anjlok (Foto: Okezone)
A
A
A

Prabowo Marah saat IHSG Anjlok

Di sisi lain, Hashim mengungkapkan bahwa kemarahan Presiden dipicu oleh kekhawatiran akan tercorengnya reputasi ekonomi Indonesia di kancah internasional.

"Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam," ungkap Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF) di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hashim menjelaskan bahwa anjloknya IHSG hingga memicu penghentian perdagangan (trading halt) telah merugikan banyak investor ritel serta mempertaruhkan kredibilitas OJK dan BEI. Sebagai bentuk tanggung jawab, pemerintah akan menempatkan otoritas pasar modal di bawah pengawasan yang jauh lebih ketat.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," tegas Hashim.

Sebagai informasi, gejolak pasar ini bermula ketika IHSG melemah hingga 7,35 persen ke level 8.320,55 pada Rabu (28/1) lalu, tak lama setelah MSCI mengumumkan sorotannya terhadap transparansi free float saham di Indonesia. Tekanan bahkan berlanjut hingga bursa melakukan trading halt setelah indeks sempat merosot 8 persen.

MSCI memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi Indonesia untuk membenahi aspek transparansi tersebut. Jika standar tersebut gagal dipenuhi, pasar saham Indonesia berisiko mengalami penurunan bobot dalam indeks global atau bahkan diturunkan statusnya dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement