Rizki memandang perlunya bagi IIF untuk turut berperan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di lingkungan yang penuh tantangan. Dalam hal ini, IIF siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui berbagai produk dan aspek permodalan yang kuat.
Terkini, IIF baru saja menandatangani kerja sama dengan FinDev Canada, sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Kerja sama ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan.
"Biaya dana kami telah menurun serta rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat pada 43,7 persen. Kami terus memperkuat likuiditas dan diversifikasi pendanaan, dengan target hingga Rp3 triliun di 2026," ujar Rizki.
Sepanjang 2025, IIF telah berkontribusi dalam menghasilkan 709,9 MW energi terbarukan, memberi daya lebih dari 709.900 rumah dan mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi CO₂ tahunan. Perseroan juga menyediakan akses air bersih kepada sekitar 7,2 juta orang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan fasilitas kesehatan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.