Perseroan juga terus memperluas akseptasi pembayaran di merchant.
Hal tersebut berdampak kepada volume penjualan merchant naik 48,1% yoy menjadi Rp223,2 triliun. Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama, sales volume naik 100% yoy menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5% yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi,” ujarnya.
Hery menambahkan bahwa BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital hingga peningkatan layanan business merchant untuk mendukung pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.
“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite yang sedang dijalankan tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Peningkatan transaksi di channel digital dan ekosistem pembayaran terbukti memperkuat basis dana giro dan tabungan, sehingga porsi CASA terjaga tinggi dan biaya dana membaik.
Dana Pihak Ketiga tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun dengan rasio CASA 70,6%, serta cost of fund DPK membaik menjadi 2,9% dibanding 3,1% pada akhir 2024.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.