Selain energi, Anindya juga menyoroti pentingnya menjaga ketahanan pangan, terutama untuk menekan laju inflasi menjelang momentum Lebaran. Ia mengapresiasi inisiatif Kadin DKI Jakarta yang membantu stabilisasi harga melalui program pasar murah.
"Kita mulai melihat inflasi sedikit demi sedikit merangkak naik, apalagi menjelang periode Lebaran," katanya.
Aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah stabilitas nasional, khususnya stabilitas Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi Indonesia. Menurutnya, peran Jakarta dalam perekonomian nasional sangat besar dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 16,8 persen serta pertumbuhan ekonomi 5,21 persen, yang berada di atas rata-rata nasional.
"DKI Jakarta sekarang bukan lagi ibu kota negara, tetapi justru terlihat transformasinya menjadi pusat servis industri yang baik," ujar Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga mengusulkan empat pilar strategis untuk memperkuat ekonomi Jakarta, yakni swasembada dan kontribusi bagi daerah lain, pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang inklusif, serta pembangunan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi langkah Kadin DKI Jakarta dalam membina industri kecil menengah (IKM) dan UMKM melalui program sertifikasi serta pelatihan vokasi guna meningkatkan produktivitas dan inovasi.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi DKI Jakarta Diana Dewi menekankan pentingnya penguatan pengusaha lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, pertumbuhan pengusaha lokal tidak hanya mendorong perkembangan bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perputaran ekonomi di Jakarta.
"Ketika pengusaha lokal tumbuh, yang berkembang bukan hanya bisnisnya, tetapi juga lapangan kerja, perputaran ekonomi, dan multiplier effect bagi masyarakat," tambah Diana.
Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mendorong Kadin untuk berperan aktif dalam percepatan pembangunan kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, berkomitmen menyederhanakan proses birokrasi guna membuka ruang yang lebih luas bagi dunia usaha serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis di ibu kota.
"Pengusaha tidak boleh takut untuk mandiri. Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang. Kepastian hukum dalam berbisnis di Jakarta harus menjadi contoh dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global," kata Pramono.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.