Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Rupiah Sentuh Rp17.000 per USD hingga Respons Purbaya 

Taufik Fajar , Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |08:15 WIB
5 Fakta Rupiah Sentuh Rp17.000 per USD hingga Respons Purbaya 
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

2. Pelaku Pasar Bersikap Waspada 

Ibrahim memperkirakan pergerakan Rupiah hingga penutupan perdagangan kali ini masih akan diwarnai volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah.
Estimasi rentang pergerakan Rupiah berada pada support Rp16.960 dan resisten Rp17.020.

Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap waspada (wait and see) sambil memantau perkembangan di Timur Tengah, yang berpotensi terus menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. 

3. Respons Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan tren menurunnya nilai tukar Rupiah ke Rp17.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Purbaya menilai kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini sangat prima, sehingga depresiasi mata uang dianggap tidak sejalan dengan realitas domestik.

"Saya tidak tahu kenapa Rupiah melemah. Anda harus tanyakan ke Bank Sentral mengenai apa yang terjadi," kata Purbaya. 

4. Jaga Independensi

Terkait teknis pelemahan tersebut, Purbaya enggan memberikan penjelasan lebih jauh dan mengarahkan pertanyaan kepada Bank Indonesia selaku otoritas moneter yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar.

Purbaya menegaskan pentingnya menjaga independensi kebijakan antara kementeriannya dan bank sentral guna menghindari dampak negatif di pasar.

"Kalau saya berbicara, nanti bisa berdampak pada intervensi kebijakan Bank Sentral. Jadi, harus ditanyakan langsung ke Bank Sentral," lanjutnya. 

5. Optimistis Ketangguhan Ekonomi

Meskipun nilai tukar terus berada di bawah tekanan sejak pekan lalu, Bendahara Negara ini tetap optimistis terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia. 

Dia menegaskan bahwa aktivitas ekonomi domestik justru sedang menunjukkan akselerasi yang kuat.

"Kalau ekonominya sedang berjalan cepat, fundamentalnya seharusnya baik. Jika tidak, Rupiah seharusnya menguat," tegas Purbaya.

Jawaban Purbaya muncul di tengah kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik Timur Tengah dan kenaikan harga energi global. 

Menteri Keuangan tetap meyakini bahwa jika situasi berjalan normal tanpa gangguan eksternal yang anomali, nilai tukar Rupiah seharusnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi yang ia sebut tengah "berlari kencang" tersebut.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement