Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Motor Listrik Driver Ojol Bisa Pangkas Subsidi BBM hingga Rp15 Triliun

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 28 Maret 2026 |13:03 WIB
Motor Listrik Driver Ojol Bisa Pangkas Subsidi BBM hingga Rp15 Triliun
Elektrifikasi kendaraan roda dua di sektor ojek online dan logistik dinilai sebagai langkah rasional untuk menekan beban subsidi. (Foto :Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Elektrifikasi kendaraan roda dua di sektor ojek online dan logistik dinilai sebagai langkah rasional untuk menekan beban subsidi BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah lonjakan harga minyak akibat perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance, Abra Talattov, memperkirakan jika terdapat sekitar 7 juta pengemudi, konsumsi BBM bisa mencapai 35–70 juta liter per hari. Dalam setahun, angka ini setara dengan 12,7–25,5 miliar liter BBM.

Menurut Abra, sektor ojek online dan logistik merupakan target paling efektif untuk efisiensi energi karena tingkat konsumsi BBM yang besar dan konsisten setiap hari. Ia memperkirakan satu pengemudi ojek online rata-rata mengonsumsi 5–10 liter BBM per hari.

“Dengan angka konsumsi tersebut, pengalihan sebagian kendaraan berbahan bakar fosil ke motor listrik akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan subsidi energi. Bahkan, jika hanya 20%–30% pengemudi beralih ke motor listrik, potensi penghematan BBM bisa mencapai 2,5–7,5 miliar liter per tahun,” jelasnya, Sabtu (28/3/2026).

Abra menambahkan, dengan asumsi subsidi rata-rata Rp1.500–Rp2.000 per liter, potensi penghematan fiskal bisa mencapai Rp3,7–15 triliun per tahun. “Ini angka yang sangat signifikan untuk mulai mengurangi tekanan terhadap APBN,” ujarnya.

Ia menilai, agar transisi ke motor listrik berjalan cepat, pemerintah perlu memberikan insentif yang cukup agresif dan menarik bagi pengemudi ojek online. Menurutnya, insentif sebesar Rp6–10 juta per unit masih realistis, terutama jika dikombinasikan dengan skema pembiayaan ringan.

“Jika ditambah skema kredit berbunga rendah atau cicilan ringan di bawah Rp500.000 per bulan, minat driver ojol untuk beralih ke motor listrik akan meningkat,” tambah Abra.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement