Menurut Abra, skema ini pada dasarnya menggeser subsidi dari pola konsumtif menjadi investasi jangka panjang yang lebih produktif. Dalam 2–3 tahun, penghematan subsidi BBM diperkirakan sudah mampu menutup biaya insentif awal yang dikeluarkan pemerintah. “Setelah itu, penghematan tersebut akan menjadi net saving bagi negara,” katanya.
Selain menguntungkan fiskal negara, peralihan ke motor listrik juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan pengemudi. Biaya operasional kendaraan listrik yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak akan meningkatkan margin pendapatan harian pengemudi.
“Pada saatnya nanti, pendapatan bersih pengemudi meningkat dan daya beli mereka ikut naik. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk APBN, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.