JAKARTA - Mengintip biaya bangun SPBU Pertamina hingga kisaran gaji operator. Bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan margin keuntungan menjual BBM.
Keuntungan bisnis SPBU bervariasi, tergantung pada volume penjualan dan biaya operasional. Perhitungan keuntungan umumnya berasal dari margin penjualan BBM per liter maupun pendapatan dari ritel. Rata-rata, SPBU memperoleh keuntungan sekitar Rp200 per liter dari penjualan bensin dan solar.
Melansir laman Pertamina Patra Niaga, Pertamina membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi mitra Pertamina dalam menjalankan bisnis SPBU.
"Jadilah mitra bisnis Pertamina Patra Niaga, tumbuh dan berkembang bersama mendukung ketahanan energi nasional serta mendistribusikan energi keseluruh konsumen di seluruh wilayah Republik Indonesia," tulis keterangan Pertamina Patra Niaga seperti dilansir laman resmi Kemitraan Patra Niaga.
Dalam pembangunan sebuah SPBU, luas minimal lahan tergantung dari letak lahan yang akan dibangun menjadi sebuah SPBU dengan lebar muka minimum 20 meter. Ada beberapa tipe SPBU dengan standar desain sebagai berikut :
- SPBU Regular, syarat yang harus dipenuhi minimal memiliki luas lahan berukuran 1.000 m2, minimal dua pulau pompa, wajib menyediakan PLTS atap dan investasi kurang lebih Rp6 miliar di luar tanah.
- SPBU Mini, dengan minimal luas lahan 600 m2, maksimal satu pulau pompa dan investasi kurang dari Rp2,5 miliar di luar tanah
- SPBU Kompak, dengan minimal luas lahan 200 m2, bangunan permanen atau modular (dengan sarfas tangki/drum/IBC tank), sarana penyimpanan minimal 1 kiloliter (KL) dan investasi kurang lebih Rp1 miliar di luar tanah