Keputusan ini merupakan salah satu poin krusial yang disepakati dalam rapat perdana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin Menko Airlangga.
Selain LPG, produk plastik seperti polipropilena dan polietilena juga diberikan bea masuk 0 persen selama enam bulan karena harga bahan baku di pasar internasional melonjak hingga 100 persen.
Konflik di kawasan Selat Hormuz menyebabkan kilang (refinery) domestik kesulitan memperoleh nafta, sehingga pemerintah mendorong pengalihan bahan baku alternatif ke LPG dengan biaya masuk nol.
Pemerintah juga berkomitmen melakukan debottlenecking melalui penyederhanaan pertimbangan teknis (pertek) di kementerian terkait guna mempercepat arus barang modal dan bahan baku.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita diminta segera menerbitkan aturan teknis (PMK dan Permenperin) agar kebijakan ini dapat segera diimplementasikan oleh pelaku usaha.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.