Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Siapkan Subsidi Beli Mobil Listrik

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |18:16 WIB
Purbaya Siapkan Subsidi Beli Mobil Listrik
Purbaya Siapkan Subsidi Beli Mobil Listrik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mematangkan kebijakan baru untuk memberikan insentif pada pembelian mobil listrik guna merespons tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah ini merupakan perluasan dari program subsidi kendaraan listrik yang sebelumnya baru menyasar sepeda motor listrik senilai Rp7 juta per unit sejak tahun 2023.

Purbaya mengungkapkan bahwa saat ini proses perumusan kebijakan masih dalam tahap pembicaraan intensif dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia optimistis aturan mengenai insentif mobil listrik ini dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat agar pasar otomotif berbasis listrik semakin bergeliat.

"Demand untuk mobil listrik juga kelihatannya kencang ya. Mungkin kita akan pikirkan lagi nanti bagaimana sih, insentif untuk mobil listrik dalam waktu dekat," kata Purbaya ke awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).

Targetnya, sistem insentif ini diharapkan sudah mulai berjalan dalam dua minggu mendatang untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

"Biar kita dorong cepat. Supaya, let's say, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem insentifnya," ungkap Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa rencana pemberian subsidi untuk seluruh model kendaraan berbasis listrik (electric vehicle/EV) merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus pemerintah kini tidak hanya sekadar pada pengurangan emisi, tetapi lebih ditekankan pada penguatan ketahanan energi nasional.

"Semua harus, semua nanti akan berbasis electric vehicle," tegas Agus di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

 

Krisis geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan di jalur perdagangan minyak dunia Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang mendorong Indonesia untuk segera beralih dari bahan bakar fosil ke energi baru dan terbarukan. 

Transisi ke EV dianggap sebagai langkah krusial untuk memangkas ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rentan terhadap gejolak global.

"Dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Itu juga penting. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi," tutur Agus.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement