Jika sebelumnya fokus pada pengurangan emisi, kini arah kebijakan lebih ditekankan pada ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan beban subsidi.
“Artinya kita bisa mengurangi penggunaan BBM, sehingga subsidi juga dapat ditekan. Yang tidak kalah penting, insentif atau stimulus ini juga harus dalam rangka memperkuat industri kita agar tenaga kerja tetap terlindungi,” jelas Agus.
Menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level 17.400, Menperin menyatakan bahwa pembahasan kurs berada di ranah otoritas fiskal dan moneter. Namun demikian, ia tetap optimistis terhadap daya tahan sektor manufaktur Indonesia dalam menghadapi tekanan pasar maupun bahan baku yang bersifat sementara.
“Saya tetap percaya dengan resiliensi sektor manufaktur. Kita sudah beberapa kali menghadapi krisis dengan skala besar, terakhir saat Covid-19, di mana industri manufaktur mampu menunjukkan ketahanannya. Tekanan terhadap pasar dan bahan baku itu terjadi di semua negara, dan saya yakin sifatnya sementara,” pungkasnya.
Hingga saat ini, skema detail insentif kendaraan listrik masih dimatangkan bersama Kementerian Keuangan dan diharapkan dapat segera diputuskan dalam waktu dekat guna memperkuat struktur ekonomi nasional.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.