Selain itu, industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik; dan peralatan listrik tumbuh tinggi sebesar 10,35 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan luar negeri, khususnya untuk komponen elektronik dan baterai.
Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 7,41 persen, didorong oleh peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Di luar industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran juga mencatat pertumbuhan yang solid sebesar 6,26 persen (y-on-y), seiring meningkatnya aktivitas produksi domestik dan impor barang konsumsi maupun bahan baku. Sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen, didorong oleh meningkatnya aktivitas pembangunan baik oleh pemerintah maupun swasta.
Di sisi lain, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen, mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada periode libur nasional dan hari besar keagamaan. Sektor akomodasi dan makan minum bahkan tumbuh lebih tinggi, mencapai 13,14 persen, seiring meningkatnya aktivitas wisata dan konsumsi berbasis jasa.
Secara keseluruhan, struktur ekonomi Indonesia pada triwulan 1-2026 masih didominasi oleh sektor-sektor utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.