Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Kerangka Ekonomi Prabowo untuk 2027

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |09:02 WIB
5 Fakta Kerangka Ekonomi Prabowo untuk 2027
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna. (Foto: Okezone.com/Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI. Ini menjadi kali pertama Presiden memaparkan sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah di hadapan parlemen sebagai landasan awal penyusunan RAPBN 2027.

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro, mulai dari target pertumbuhan ekonomi, desain defisit APBN, proyeksi nilai tukar rupiah, hingga strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Berikut Okezone rangkum terkait fakta-fakta menarik soal Prabowo sampaikan KEM-PPKF di Rapat Paripurna DPR, Sabtu (23/5/2026). 

1. Defisit RAPBN 2027 Dipatok 1,8–2,4 Persen PDB

Presiden Prabowo resmi mengumumkan arsitektur awal APBN Tahun Anggaran 2027 dengan desain fiskal yang lebih sehat dan disiplin. Pemerintah menargetkan defisit anggaran berada pada kisaran 1,8 persen hingga maksimal 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," kata Prabowo.

Untuk mendukung postur fiskal tersebut, pemerintah menargetkan belanja negara berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB. Sementara pendapatan negara dipatok sebesar 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement