Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Kerangka Ekonomi Prabowo untuk 2027

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |09:02 WIB
5 Fakta Kerangka Ekonomi Prabowo untuk 2027
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna. (Foto: Okezone.com/Setpres)
A
A
A

"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6,5 persen menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029," ujar Prabowo.

Menurut dia, keputusannya menyampaikan langsung dokumen KEM-PPKF merupakan bentuk tanggung jawab penuh sebagai kepala pemerintahan dalam mengawal arah kebijakan negara di tengah volatilitas ekonomi global.

"Dalam rangka itulah APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa, alat untuk melindungi rakyat, dan alat memperkokoh dasar-dasar ekonomi bangsa," katanya.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibandingkan target dalam UU APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.

3. Kurs Rupiah Diproyeksi Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS

Selain pertumbuhan ekonomi dan defisit anggaran, pemerintah juga menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per Dolar Amerika Serikat (AS) dalam KEM-PPKF 2027.

Prabowo menegaskan stabilitas rupiah akan dijaga melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah dan Bank Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement