"Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027," ujarnya.
Target defisit tersebut lebih rendah dibandingkan target dalam UU APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen PDB. Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap realisasi defisit APBN 2025 yang sempat melebar menjadi Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, dari target awal 2,78 persen PDB atau Rp662 triliun.
Bagi Prabowo, penyehatan struktur APBN menjadi instrumen penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dalam jangka panjang.
"APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa," tegasnya.
2. Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8–6,5 Persen
Dalam dokumen KEM-PPKF 2027, pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Prabowo mengatakan target tersebut menjadi pijakan awal pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029.