Pada tahun 2025, rata-rata bulanan basis pelaku bahkan sempat mencetak rekor tertinggi hingga menyentuh 9.720 pelaku.
Menurut Ruth, dinamika geopolitik saat ini memaksa banyak negara mempercepat kerja sama bilateral penggunaan mata uang domestik untuk aktivitas perdagangan dan investasi melalui jaringan bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).
Indonesia dinilai berada di barisan terdepan dan tampil agresif dalam mengimplementasikan skema ini, sehingga mulai mendapat pengakuan luas dari negara mitra. Akselerasi ini tercermin dari performa volume transaksi LCT di lapangan.
Hingga April 2026, akumulasi nilai transaksi LCT nasional dilaporkan mencapai 22,61 miliar dolar AS.
Realisasi tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 309 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai 7,33 miliar dolar AS.