Bank sentral mencatat keunggulan utama skema LCT adalah terpangkasnya biaya konversi ganda (spread) karena pelaku usaha tidak perlu lagi menggunakan Dolar AS sebagai mata uang perantara (vehicle currency) dalam perdagangan bilateral.
Di samping itu, LCT terbukti efektif memperdalam pasar keuangan regional serta memperluas partisipasi pelaku pasar di kawasan Asia.
Menilik rekam jejaknya, fondasi LCT Indonesia sejatinya telah dibangun sejak 2018 dengan menggandeng Malaysia dan Thailand, sebelum diperluas ke Jepang, China, hingga Korea Selatan.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas interkoneksi keuangan ini ke sejumlah negara strategis baru, termasuk kawasan Timur Tengah, setelah penyusunan petunjuk teknis operasional (operational guidelines) rampung disepakati.
“Perkembangan LCT yang dilakukan Bank Indonesia diawali dengan Malaysia dan Thailand, kemudian berkembang ke Jepang, China, Korea, Singapura, dan India. Dalam waktu dekat yang akan segera diimplementasikan adalah Singapura, India, dan Arab Saudi,” pungkas Ruth.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.