JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi harga pangan nasional tetap stabil pasca Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Stabilitas harga tersebut dinilai menjadi capaian positif di tengah ketidakpastian ekonomi dan pangan global yang masih berlangsung.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan, neraca pangan nasional saat ini masih berada dalam kondisi yang cukup kuat sehingga mampu menjaga ketersediaan dan kestabilan harga berbagai komoditas strategis.
"Kalau kita bicara kondisi harga pangan, kita harus bersyukur terlebih dahulu dengan situasi global dunia hari ini yang tidak menentu, tapi kondisi neraca pangan kita secara nasional masih cukup kuat," kata Maino dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, kondisi harga pangan yang terkendali juga tercermin dari data inflasi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada April 2026 mengalami penurunan yang menunjukkan harga-harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali.
"Tentu kita mengacu pada data BPS bahwa di bulan April kemarin, inflasi kita turun. Secara nasional artinya kondisi harga terkendali," imbuhnya.
Meski demikian, Bapanas mencatat distribusi pangan masih menjadi tantangan utama. Hal ini disebabkan sentra produksi pangan yang belum merata di seluruh wilayah serta perbedaan periode panen antar daerah.
"Memang yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi, karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode (panen) waktunya tentunya juga berbeda-beda antarwilayah," sambung Maino.