Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Rp18.000, Siap-Siap Harga Jajanan di Minimarket Naik

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |15:46 WIB
Rupiah Rp18.000, Siap-Siap Harga Jajanan di Minimarket Naik
Rupiah yang tertekan di level Rp18.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah barang ritel. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

TANGERANG - Rupiah yang tertekan di level Rp18.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah barang ritel yang menggunakan bahan baku impor.

Finance Director PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi, Suantopo Po, mengatakan berbagai produk yang bergantung pada komponen atau bahan baku impor akan menghadapi tekanan biaya yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.

“Ya, memang kita ketahui bahwa hari ini mungkin dolar itu sudah Rp18.000 ya. Tentu saja banyak produk yang menggunakan komponen impor, pasti akan mengalami kenaikan harga,” ucapnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Suantopo mencontohkan sejumlah komoditas seperti susu, kacang hijau, dan kedelai yang masih bergantung pada pasokan impor. Kenaikan biaya bahan baku tersebut, kata dia, berpotensi memicu kenaikan harga produk jadi yang menggunakan bahan-bahan tersebut.

Ia menegaskan, penyesuaian harga akan mengikuti kebijakan pemasok atau prinsipal. Jika produsen menaikkan harga akibat kenaikan biaya produksi, maka harga di tingkat ritel juga akan ikut disesuaikan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement