Kendati nilai nominal dalam rupiah membengkak, Purbaya memastikan struktur APBN tidak akan menghadapi guncangan yang ekstrem.
Faktor penyangga utamanya adalah mayoritas instrumen kupon pembayaran utang maupun bunga yang diterbitkan pemerintah menggunakan sistem tingkat bunga tetap (fixed rate), sehingga tidak bergerak mengikuti fluktuasi kurs harian.
Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 30 April 2026, komposisi portofolio surat utang berdenominasi dolar AS milik pemerintah dengan kupon tetap adalah sebagai berikut:
Surat Utang Negara konvensional (fixed coupon): 51 seri dengan nilai total mencapai USD57,01 miliar.
Surat Utang Syariah Negara (Sukuk) (fixed coupon): 23 seri berdenominasi dolar AS dengan nilai total mencapai USD24,32 miliar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.