"Soal Kementerian Keuangan, fungsinya lebih ke aspek fiskal. Kalau Bank Indonesia mengurus moneter, OJK mengurus pasar keuangan. Dan ini harus saling bersinergi ketiganya," ujarnya.
Josua menilai sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kondisi positif. Konsumsi masyarakat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi masih tumbuh, inflasi tetap berada dalam rentang terkendali, sektor perbankan berada dalam kondisi sehat, dan APBN masih mampu menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional masih berada pada level yang relatif tinggi dan daya beli masyarakat tetap terjaga seiring inflasi yang terkendali. Konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga masih mencatatkan pertumbuhan yang solid.
Dari sisi pasar keuangan, aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan tren positif. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga meskipun ketidakpastian global meningkat.
"Kepercayaan investor tetap terjaga karena fundamental ekonomi Indonesia masih dipandang kuat. Ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi ke depan," katanya.