Mulai Juni 2026, V+Short juga mempercepat pengembangan konten dengan menambahkan sekitar 30 judul original eksklusif setiap bulan. Konten tersebut terdiri atas 50 persen produksi berbasis AI dan 50 persen konten live-action. Selain itu, platform tersebut juga mengakuisisi sekitar 90 judul premium tambahan setiap bulan.
Strategi tersebut dirancang untuk menghadirkan aliran program baru secara berkelanjutan, memperluas daya tarik audiens di berbagai pasar, serta memperkuat posisi V+Short sebagai destinasi global untuk hiburan micro-drama premium.
Dalam kesempatan yang sama, Angela menjelaskan transformasi digital yang tengah dijalankan MSIN, termasuk rencana merger RCTI+ dan Vision+, penerapan AI untuk mempercepat produksi konten, serta upaya membangun ekosistem hiburan digital yang terintegrasi untuk melayani audiens di Indonesia maupun pasar internasional.
"APOS selalu menjadi forum penting untuk membahas masa depan media dan hiburan, dan kami senang dapat membagikan perjalanan transformasi MNC Digital kepada para pelaku industri dari seluruh dunia," ujar Angela, Jumat (19/6/2026).
Angela menilai, pencapaian awal V+Short menunjukkan kreativitas MSIN mampu diterima oleh audiens global.
"Bersama integrasi platform streaming kami serta investasi berkelanjutan pada AI dan teknologi, kami sedang membangun ekosistem hiburan digital yang dirancang untuk pertumbuhan jangka panjang di pasar internasional," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.