Dia dikenal dengan gaya komunikasi yang sangat hati-hati dan tidak langsung, hingga melahirkan istilah Fed speak — bahasa tersirat yang sering dianalisis ketat oleh pasar dan ekonom.
"Apa yang saya pelajari di The Fed adalah bahasa baru yang disebut ‘bahasa The Fed’. Kami belajar berbicara dengan ketidakjelasan yang terukur.” ujar dia.
Greenspan sempat memperingatkan adanya euforia pasar saham pada 1996 dengan istilah irrational exuberance atau euforia tidak rasional.
Namun ia kemudian menarik kembali pernyataan tersebut dengan alasan bahwa tugas bank sentral bukan menilai harga aset secara langsung.
Meski demikian, kebijakan moneter era Greenspan kemudian banyak dikritik karena dianggap turut mendorong terbentuknya gelembung aset, khususnya di sektor perumahan yang akhirnya pecah dan memicu krisis keuangan global 2007–2009.
Kritik juga datang dari pendekatannya yang cenderung longgar terhadap regulasi sektor keuangan, yang dinilai memberi ruang bagi bank untuk mengambil risiko besar di pasar properti.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.