Sebagai operator infrastruktur gas bumi nasional yang beroperasi di 18 provinsi dan melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline, PGN terus memperkuat penerapan HSSE secara menyeluruh pada seluruh rantai bisnis, mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi.
Penguatan tersebut diwujudkan melalui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), Management Walkthrough (MWT), CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, penguatan budaya keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan aset dan instalasi.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, instalasi, dan lingkungan sekaligus memastikan kontinuitas pasokan energi nasional.
Kinerja HSSE PGN hingga Mei 2026, Subholding Gas telah membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, melaksanakan 48 Management Walkthrough (MWT) dan 23 Management on Duty (MoD).
Melalui audiensi ini, PGN juga memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Migas dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan keselamatan migas, termasuk penguatan budaya keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi dan pemeriksaan keselamatan, serta peningkatan keandalan instalasi sesuai ketentuan yang berlaku.
PGN meyakini bahwa penerapan budaya keselamatan yang kuat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah mewujudkan ketahanan energi nasional.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.