JAKARTA – Siapa pemilik Tokopedia sekarang yang diisukan PHK masal pegawainya?
Tokopedia menjadi sorotan setelah beredar isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal hingga 90 persen karyawan. Di tengah kabar tersebut, publik juga mempertanyakan struktur kepemilikan terbaru perusahaan e-commerce tersebut.
Tokopedia pertama kali didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 17 Agustus 2009. Keduanya membangun Tokopedia dengan misi pemerataan ekonomi digital agar pelaku usaha di berbagai daerah dapat terhubung tanpa batas wilayah.
Seiring perkembangan bisnis, kepemimpinan Tokopedia kini berada di bawah Melissa Siska Juminto yang menjabat sebagai President of E-Commerce Tokopedia. Ia sebelumnya berkarier di perusahaan tersebut sebagai akuntan hingga kemudian dipercaya memimpin operasional e-commerce.
Dalam perjalanannya, Tokopedia sempat bergabung dengan Gojek melalui pembentukan GoTo pada 2021. Pada 2022, GoTo resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan terbuka.
Perubahan struktur kepemilikan kembali terjadi pada 2024, ketika ByteDance melalui TikTok menyelesaikan akuisisi mayoritas sebesar 75,01 persen saham Tokopedia pada 31 Januari 2024. Dengan transaksi tersebut, operasional Tokopedia berada di bawah kendali TikTok, sementara GoTo Group tetap mempertahankan 24,99 persen saham.
Menanggapi isu PHK massal, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang masih memiliki 24,99 persen saham Tokopedia menyatakan menghormati setiap langkah yang diambil manajemen Tokopedia terkait rencana penyesuaian organisasi.
GoTo juga menegaskan bahwa sejak kepemilikan sahamnya terdilusi pada 2024, perusahaan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan Tokopedia. Saat ini, investasi tersebut dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai PSAK 228 tentang investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama.
Dengan demikian, dampak keuangan terhadap GoTo disebut terbatas hanya pada bagian laba atau rugi bersih dari entitas asosiasi. Perusahaan juga menyebut estimasi saat ini tidak menunjukkan adanya dampak material terhadap kinerja keuangan dari rencana penyesuaian organisasi Tokopedia.
Selain itu, GoTo menegaskan tidak ada dampak terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima dari Tokopedia dan tidak berencana mengambil langkah khusus terkait kepemilikannya di perusahaan tersebut dalam waktu dekat.
Di sisi lain, TikTok selaku pengendali mayoritas Tokopedia juga disebut membuka suara terkait isu rencana PHK tersebut, meski detail kebijakan internal perusahaan belum diungkap secara rinci.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.