Tahir mengatakan perkembangan industri kreatif menunjukkan bahwa fungsi ritel tidak lagi sebatas menjadi tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang bagi konsumen untuk mengenal teknologi dan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Bagi kami, masa depan retail bukan hanya soal menjual barang, tetapi juga menghadirkan pengalaman sehingga masyarakat dapat mengenal produk yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas kreatif mereka," katanya.
Sebagai bagian dari rencana ekspansi jangka panjang, DOSS menargetkan pengembangan konsep shop-in-shop secara bertahap hingga mencapai 60 titik layanan pada 2032. Penambahan lokasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi pasar, tingkat kunjungan, kategori produk, dan kesiapan operasional di setiap wilayah.
Melalui strategi tersebut, perseroan berharap dapat memperluas pangsa pasar sekaligus mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis di tengah berkembangnya ekonomi kreator di Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.