JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengapresiasi MNC Sekuritas menggelar kompetisi virtual trading bertajuk MotionTrade Billionaires Games 2026: 'The Ultimate Virtual Trading War', yang puncak acaranya atau babak final berlangsung pada hari ini, Kamis (9/7/2026) di Main Hall BEI, Jakarta.
Inisiatif ini dinilai otoritas bursa sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman investor ritel muda terhadap dinamika pasar modal Indonesia.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengungkapkan bahwa kompetisi seperti ini sangat krusial untuk meningkatkan kompetensi investor di tengah fluktuasi pasar yang dinamis. Menurutnya, pengalaman praktis melalui simulasi trading dapat membentuk mentalitas investor yang lebih matang dan berbasis pengetahuan.
"Kami di BEI dan saya yakin di SRO dan OJK itu sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh teman-teman MNC Sekuritas dan MNC Group untuk mengadakan kompetisi ini, ya, MotionTrade Billionaires Games. Karena ini akan memacu para investor kita, terutama investor muda, ini untuk meningkatkan pemahaman, literasi dan juga kemampuan inklusi mereka," ujar Irvan.
Dia merujuk data BEI yang mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor ritel. Terkini mencapai 29 juta Single Investor Identification atau SID, dengan jumlah investor aktif harian yang konsisten di angka 400.000 hingga 500.000. Kendati inklusi meningkat pesat, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan tingkat literasi keuangan masyarakat mampu mengimbangi partisipasi mereka di pasar saham.

Irvan menekankan soal edukasi adalah kunci agar investor tidak sekadar terjun ke pasar berdasarkan tren sesaat, melainkan melalui pertimbangan analisis yang mendalam. Dia berharap melalui ajang seperti ini, para peserta dapat memahami mekanisme transaksi dengan lebih bijak sehingga mampu meminimalisir perilaku investasi yang emosional.
"Kami juga berharap para investor Indonesia ini juga memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik, sehingga setiap keputusan investasi yang dilakukan adalah keputusan investasi yang dengan penuh pertimbangan dan dapat dipertanggungjawabkan," tutur Irvan.
Lebih lanjut, dirinya menyoroti adanya fenomena "transaksi dulu baru belajar" yang kerap ditemui di kalangan investor pemula harus diubah menjadi budaya investasi yang berbasis riset.
Irvan lantas mendorong agar sekuritas lain dan para pemangku kepentingan di pasar modal terus menggelar kegiatan edukasi yang serupa untuk memperluas distribusi kepemilikan saham di Indonesia.
"Sekali lagi kepada MNC Sekuritas sudah mengadakan acara yang sangat baik ini, dan ke depan kita harapkan bahwa MNC Sekuritas akan terus mengadakan acara-acara serupa. Dan kami juga berharap para sekuritas lain atau stakeholders lain dapat mengadakan acara serupa yang bertujuan untuk membangun kekuatan investor Indonesia, terutama investor-investor ritel muda kita," kata Irvan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.