Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menanti Peran Besar Pertamina di Proyek Gas Masela Rp352 Triliun

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |14:57 WIB
Menanti Peran Besar Pertamina di Proyek Gas Masela Rp352 Triliun
Blok Masela (Foto: Okezone)
A
A
A

Sartono mengingatkan Blok Masela merupakan merupakan proyek LNG kelas dunia yang menuntut standar ESG dan daya saing komersial tinggi. Dalam kondisi demikian, lanjut dia, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memastikan proyek tetap kompetitif di pasar LNG global. 

“Karena itu, penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi kunci,” tegas Sartono.

Sartono menambahkan, dengan potensi cadangan gas mencapai 18,54 TCF dan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun, Blok Masela diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi, penerimaan negara, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian Timur.

“Kita tentu bangga. Namun, kebanggaan itu harus dibuktikan melalui manfaat nyata bagi rakyat, yaitu pasokan gas untuk industri dan kelistrikan dalam negeri. Bukan hanya keberhasilan membangun proyek atau meningkatkan ekspor LNG,” ujarnya.

Terpisah, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha juga menilai positif keterlibatan Pertamina melalui PHE dalam pengelolaan Blok Masela.

Selain berpotensi meningkatkan produksi migas nasional, lanjut dia, kebaradaan PHE di blok tersebut juga membuat Indonesia sangat diuntungkan karena mendapat double split atau pembagian produksi ganda. Pertama dari bagian untuk negara dan kedua dari PHE. 

"Jadi positif banget ini,” jelas Satya.

Karena itu Satya berharap, proyek ini bisa berjalan lancar. Terlebih, sebelum groundbreaking dilakukan, proyek sempat lama tertunda hingga 27 tahun. “Ya, kita doakan lancar. Karena kan sudah terlambat lama,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku, Kamis (16/7).

Peresmian itu menandai dimulainya fase baru pengembangan cadangan gas raksasa tersebut setelah sempat tertunda selama 28 tahun sejak kontrak bagi hasil pertama kali ditandatangani pada 1998.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela menyumbang penerimaan negara hingga 37,8 miliar dolar AS.

“Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS,” ujar Bahlil.

Di sisi lain, kontribusi pajak tidak langsung diperkirakan mencapai sekitar 6,43 miliar dolar AS.

Lapangan gas dengan potensi cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau setara Rp352 triliun.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement